Rabu, 29 Mei 2013

BERUANG KUTUB
(Ursus maritimus)



1 .Klasifikasi Beruang Kutub

   Kingdom      : Animalia.
   Phyllum       : Chordata.
   Classis         : Mammalia
   Ordo             : Carnivora.
   Famili          : Ursidae.
   Genus           : Ursus.
   Spesies         : Ursus maritimus.


2. Morfologi 

Karakteristik utama beruang adalah badan besar,warna bulu tubuh putih dan lapisan lemak setebal 10 cm sehingga dapat hidup dibawah suhu 10 derajat C ,betis pendek dan gemuk,kaki pendek,telinga relatif kecil dan melingkar,moncong panjang,dengan ekor yang pendek, telapak kaki plantigrad dengan lima cakar yang tidak dapat ditarik dan ekor pendek. Beruang kutub bersifat dimorfik seksual dalam ukurannya, dimana jantan lebih besar. Spesies yang lebih besar cenderung menunjukkan dimorfisme seksual lebih tinggi dibandingkan spesies kecil dan individunya juga cenderung berbeda-beda. Beruang kutub merupakan anggota darat dan air es paling pasif dari ordo Karnivora,Beruang kutub adalah karnivora terbesar di bumi .Beruang kutub jantan bisa seberat 350-770 kg dengan panjang tubuh sekitar 2,4-3 meter,sedang beruang betina setengah besarnya dari beruang jantan kira-kira berat badan beruang betina 150-25 kg dengan panjang tubuh 1,8-2,4 meter. Saat hamil dapat mencapai berat 500 kg. Beruang terkecil adalah beruang matahari dari Asia yang beratnya rata-rata 65 kg untuk jantan dan 45 kg untuk betina .Penciuman beruang kutub sangat baik,dapat mencium bau hingga 1,6 km jauhnya dan benda terkubur sedalam 0,9 meter.Pendengaran beruang ini cukup tajam serta pengelihatan yang tajam dan jeli untuk melihat benda yang jauh. Beruang ini juga mampu berenang di lautan  di kutub sampai 320 km dari darat  dengan kecepatan 40 km/jam .Berbeda dengan karnivora lainya, beruang kutub adalah plantigrad. Mereka mendistribusikan berat mereka ke kaki belakang yang membuat mereka terlihat kesusahan ketika berjalan. Beruang kutub masih cukup cepat berlari dimana beruang  ini bisa mencapai 48 km per jam,Beruang kutub dapat berdiri di atas kaki belakangnya dan duduk tegak dengan keseimbangan yang mantap. Beruang kutub memiliki cakar yang dipakai untuk menggali, memanjat, menyobek dan menangkap mangsa,telapak kaki beruang kutub lazimnya 30 cm. Pada kakinya terdapat buntalan kaki dilapisi papillae kecil dan lembut yang menimbulkan tenaga tarik saat menyentuh esagar tidak terpeleset saat mereka berjalan, berlari,dan bergerak bebas.Perbedaan lain dengan anggota Karnivora lainnya adalah gigi karnasial yang relatif  berkembang dan gigi mereka teradaptasi untuk makan daging dan memiliki 42 gigi. Gigi taringnya besar dan tajam,gigi depannya kecil-kecil dan gerahamnya datar mampu menghancurkan makanannya . Beruang kutub telah mengevolusikan kembali karnasial yang berfungsi penuh karena pola makan mereka kembali ke karnivora.Semua beruang secara fisik kuat dan mampu menyerang manusia secara fatal, namun mereka umumnya bersifat pemalu,beruang akan menyerang ketika induk beruang merasa anaknya dalam bahaya, ia akan berperilaku ganas.


3. Anatomi





 4.Sistem Gerak 

Cara beruang kutub berjalan dapat dengan pejalan sol berjalan dengan seluruh bagian telapak kakinya mengenai atau menyentuh tanah. Hewan pejalan setengah pejalan sol adalah hewan yang berjalan di atas jari kakinya pada saat berjalan cepat. Beruang kutub mempunya kemampuan gerak berpindah tempat disebut LOKOMOTIO yaitu kerjasama antara dua sistem organ yaitu rangka dan otot .Rangka dalam  beruang ini disebut ENDOSKLETON. 
TULANG-TULANG PENYUSUN RANGKA :
1 . Skleton Aksial,terdiri dari:
     - tulang tengkorak 
     - tulang belakang 
     - tulang dada dan tulang rusuk
2 .  Skleto Apendikular , terdiri dari :
     - gelang bahu
     - gelang pinggul
     - lengan
     - kaki
Macam-macam persendian
  1.  Sinkondrosis : Persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan . 
  2. Sinartoris : persendian yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut pada tulang tengkorak .
  3. Diartosis : ujung-ujung tulang dilindungi oleh tulang rawan,kedua tulang dihubungkan oleh ligamen.contoh: sendi peluru,sendi engsel,sendi putar,sendi pelana,sendi ovoid,dan sendi luncur.
5.Sistem Pencernaan.

    Sistem ini terdiri atas organ-organ tubuh yang berperan dalam proses pencernaan makanan. Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan, penyediaan bahan kimia dan pengeluaran ampas makanan yang tidak dicerna. Bahan makanan mengalami oksidasi di dalam sel, sehingga menghasilkan panas yang dibebaskan dan bentuk lain dari energy, serta dihasilkan karbondioksida sebagai penghasil metabolism. Pada mamalia, system pencernaannya tersusun oleh kelenjar ludah, usus kepala, usus badan, hati dan pancreas.
Kelenjar ludah contoh pada tikus terdapat tigapasang kelenjar ludah, yaitu
  1. Kelenjar Parotid yang berada dibelakang telinga dan memanjang secara ventrolateral dari leher ke bahu. 
  2. Kelenjar Mandibular yang berada secara ventral dari kelenjar parotid yang terbesar. Oleh karena itu,kelenjar ini dapat diidentifikasi secara histologist.
  3. Kelenjar Sublingual warnanya lebih pucat dibandingkan kelenjar lainnya

Usus kepala, adalah bagian saluran pencernaan yang terletak dibagian kepala, terbagi menjadi rongga mulut dan faring atau usus visceral. Didalam rongga mulut terdapat gigi dan lidah. Mulut dan rongga mulut merupakan bagian depan dari saluran pencernaan yan berfungsi untuk mencerna makanan dengan bantuan lender yang brasal dari kelenjar ludah.
Usus badan merupakan saluran yang luas dan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : 
  1. Usus depan, memanjang dari faring sampai pylorus. Kerongkongan dan lambung adalah bagian dari usus depan. Lambung terbentuk seperti huruf U, terdapat bagian yang berupa lengkungan yang disebut kurvatura minor dan kurvatura mayor. 
  2. Usus tengah, biasanya panjang, dimulai dari belakang pylorus sampai permulaan usu buntu.Bagian dari usus tengah adalah duodenum.
  3. Usus akhir, biasanya pendek. Bagian belakang usus ini bermuara keluar tubuh melalui anus.
Hati merupakan organ terbesar dengan fungsi yang kompleks. Pembentukan hati sangat cepat, bagian depan menjadi hati sedangkan bagian belakang menjadi kantong empedu. Namun demikian pad tikus tidak ditemukan empedu. Sedangkan pancreas berasal dari penebalan ectoderm dan penonjolan dari lumen usus tengah terdiri dari dua bagian yaitu bagian endokrin dan bagian eksokrin. 

6. Sistem Ekskresi
 Sistem ekskresi pada beruang kutub terdidri dari :
1.     Ginjal (ren ) adalah organ padat yang mengandung banyak sekali tubula yang tidak tersusun segmental.Suatu jaringan padat kapiler yang sangat terkait dengan tubla yang merupakan bagian dari  ginjal. ginajal berfungsi dalam ekskresi maupun osmoregulasi.Fungsi ginjal yaitu :  menyaring,dan membersihkan darah dari zat-zat metabolisme tubuh,mengekskresikan zat yang jumlahnya berlebuhan,  reabsorbsi(penyerapan kembali ) elektolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal, menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.Didalam ginjal terdidri rangkaian yaitu filtrasi,reabsorbsi,dan augmentasi. 
2.     Paru-paru (pulmo) yang fungsi utamanya adalah sebagai alat pernapasan,karbon dioksida dan air hasil  metabolisme di jaringan diangkut oleh darah lewat vena untuk dibawa ke jantung dan dari  jantung akan dipompa ke paru-paru untuk berdifusi dialveolus.
3.     Hati (hepar) sebagai lat ekskresi juga berfungsi sebagai kelenjar dalam sistem pencernaan.Hati sebagai alat ekskresi karna menghasilkan empedu.Hati juga berfungsi merombak hemoglobin menjadi bilirubin dan biliverdin.

7. Sistem Pernafasan

Beruang kutub bernapas menggunakan paru-paru. Gas oksigen masuk ke dalam tubuh melalui lubang hidung → faring → laring → trakea → bronkus → paru-paru. Kemudian gas O2 dari paru-paru diangkut darah ke jantung. Dari jantung, gas O2 diedarkan ke seluruh jaringan tubuh oleh darah. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut menuju jantung → paru-paru, dan keluar melalui organ-organ yang sama pula.

8. Sistem Sirkulasi

Jantung mamaliaterbagi menjadi 4 ruang, yaitu :
- 2 atrium :
- 1 atrium dekster (serambi kanan)
- 1 atrium sinister (serambi kiri)
- 2 ventrikel :
- 1 ventrikel dekster (bilik kanan)
- 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
Ventrikel kanal memompa darah ke paru-paru melalui Arteri pulmoner. Ketika darah mengalir melalui  Hamparan kapiler paru paru kanan dan kiri, darah mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali ke paru paru melalui vena pulmoner ke  Atrium kiri jantung. Kemudian darah yang kaya akan oksigen mengalir ke dalam Ventrikel kiri, ketika ventrikel tersebut membuka dan atrium berkontraksi. Selanjutnya ventrikel kiri akan memompa darah  yang kaya akan oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui Aorta. Yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju ke seluruh tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan kapiler Di kepala dan langan . aorta terus memanjang kearah posterior, sambil mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke Hamparan kapiler di organ abdomen dan kaki (tungkai belakang). Di dalam masing masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi arteriola, yang selanjutnya akan bercabang cabang menjadi kapiler, dimana darah akan melepaskan oksigen dan mengambil karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler. Kapiler akan menyatu kembali membentuk venula, yang kan mengirimkan darah ke vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher dan tungkai depan di salurkan ke dalam suatu vena besar yang disebut   Vena cava interior (atau superior). Vena besar lainnya yang disebutVena cava posterior  mengalirkan darah dari bagian tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua vena cava itu mengosongkan darahnya ke Dalam atrium kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam ventrikel kanan.

9  .Sistem Koordinasi

Sistem saraf  Cerebrum besar jika dibandingkan dengan keseluruhan otak. Serebelum juga besar dan berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah. Setiap bagian lateralnya dibagi oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior.Mempunyai telinga luar. Gelombang suara disalurkan melalui meatus auditori eksternal ke membran tympani. Telinga tengah mengandung 3 buah osikel auditori. Koklea agak berkelok. Mata tidak mengandung pekten (seperti yang terdapat pada burung). Di banding dengan vertebrata yang lebih rendah, maka pada kelinci membran olfaktori lebih luas, organ pembau lebih efektif, karena membran olfaktori itu lebih luas. Hal itu disebabkan karena papan-papan tulang dalam rongga hidung bergulung-gulung membentuk kurva.

10. Sistem Endokrin (Hormon)

Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). Hormon berfungsi mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku, keseimbangan dan metabolisme. Hormon masuk ke dalam peredaran darah menuju organ target.Jumlah yang dibutuhkan sedikit namun mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama pengaruhnya karena hormon mempengaruhi kerja organ dan sel.Hormon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah sangat kecil 
  2.  Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapoat di sel target. 
  3.  Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus 
  4. Memiliki pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target,tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa
      sel target belainan.
Hormon terdiri dari 2 jenis berdasarkan struktur kimiawinya yaitu hormon yang terbuat dari peptida (hormon peptida) dan hormon yang terbuat dari kolesterol (hormon steroid). Perbedaan saraf dan hormon adalah saraf bekerja cepat dan pengaruhnya cepat hilang. Sedangkan hormon bekerja lambat dan pengaruhnya lama. Berdasarkan waktu pembuatan, kelenjar yang menghasilkan hormon terbagi atas kelenjar yang bekerja sepanjang waktu ,contohnya: kelenjar hipofisis,tiroid,pankreas,adrenal, serta kelenjar yang bekerja pada usia tertentu, contohnya: kelenjar reproduksi dan kelenjar timus.

Hormon dikeluarkan dan masuk ke aliran darah dalam konsentrasi rendah hingga menuju ke organ atau sel target. Beberapa hormon membutuhkan substansi pembawa seperti protein agar tetap berada di dalam darah. Hormon lainnya membutuhkan substansi yang disebut dengan reservoir hormon supaya kadar hormon tetap konstan dan terhindar dari reaksi penguraian kimia. Saat hormon sampai pada sel target, hormon harus dikenali oleh protein yang terdapat di sel yang disebut reseptor. Molekul khusus dalam sel yang disebut duta kedua (second messenger) membawa informasi dari hormon ke dalam sel.
Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.
 a.Hipofisis

Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.

b. Tiroid (Kelenjar Gondok)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

c. Paratiroid / Kelenjar Anak Gondok

Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali
patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.

 d. Kelenjar Adrenal/Suprarenal/ Anak Ginjal

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai berikut: timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah, terasa sakit di dalam tubuh. Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata
terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.

e.Pankreas

Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan.Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.

f.Ovarium

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.
-Estrogen
Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.
-Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.

g. Testis,

Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, 



11. Sistem Reproduksi

            Beruang kutub melakukan fertilisasi internal, perkembangan embrio terjadi di dalam uterus, dengan lama masa kandungan yang bervariasi tergantung pada jenis hewannya, seperti pada kelinci masa kehamilannya sekitar 30 hari. Berdasarkan cara reproduksi dan perkembangan fetusnya, beberapa mammalian memiliki tingkatan-tingkatan dari yang rendah sampai yang tinggi. Pada mammalian rendah, seperti Ordo Monotremata (platypus) dan Ordo Marsupialia (opossum dan kangguru), platypus masih bertelur dan mengerami telurnya. Sedangkan pada kangguru yang telurnya sangat kecil itu berkembang dalam uterus selama beberapa hari, larva yang kemudian menetas segera keluar dari uterus dan masuk dalam kantong perut (marsupium) dan menghisap air susu dari putting-putting induknya. Pada mamalia yang lebih tinggi tingkatannya, zygot yang berkembang menjadi embrio dan kemudian tumbuh menjadi fetus tinggal dalam uterus untuk waktu yang lebih lama. Sistem sirkulasi dan nutrisinya dihubungkan melalui plasenta yang mengangkut nutrisi dari tubuh induknya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar